Farand dan Toko Buku

Jalan-jalan ke mall termasuk salah satu pilihan rekreasi praktis warga ibukota. Tersebar di mana-mana, dekat dari rumah, nyaman, dan segalanya ada di mall. Dari gerai alat elektronik kesukaan para ayah, gerai baju dan aksesoris yang membuat para ibu betah, sampai arena bermain yang membuat anak-anak nggak mau pulang. Setelah  keliling mall, bisa istirahat sambil makan atau lanjut nonton bioskop.

Kebetulan suami saya ngga suka jalan. Syarat jalan-jalannya adalah tidak jauh, tidak lama, dan tidak lebih dari satu tempat. Oia, faktor kenyamanan penting juga buat dia. Jadi yaaa… yang paling gampang adalah nge-mall. Pilihan mallnya juga yang cukup dekat dari rumah dan nyaman untuk Farand. Biasanya Pacific Place dan Grand Indonesia. Lumayan bosen yaaa…. dua mall  itu selalu. Kadang kita menjauh juga sih sedikit ke Plaza Senayan atau ganti ke Plaza Indonesia instead of Grand Indonesia.

Untungnya kita punya kesukaan yang sama: ke toko buku. Boleh dibilang kalau ke mall kita cuma ke toko buku. Kalau toko baju dan aksesoris sih bukan kelas kita di mall-mall itu. Kita biasanya beli baju di tempat belanja kelas menengah-bawah, hehehe…. *buka kartu

Sesudah ke toko buku biasanya ngupi-ngupi sambil baca buku/majalah yang baru dibeli atau sekedar ngobrol. Kita memang biasa memilih waktu nge-mall bukan di jam makan utama, tapi saat tea time. Alasan pertama adalah penghematan. Makan utamanya di rumah saja, hehehe….. *lagi-lagi buka kartu. Alasan ke-dua adalah lebih mudah memberi makan utama Farand di rumah. Di mall Farand tinggal makan selingan saja.

Sesudah ada Farand, ritual ke toko buku dan ngupi-ngupi tidak bisa dilakukan sekhidmat dulu. Secara saya dan Doori harus bergantian mengawasi Farand yang belum mengerti nikmatnya duduk-duduk sambil ngupi dan baca buku. Maunya jalaann aja.

Tapi weekend kemarin saya melihat perkembangan hubungan antara Farand dan toko buku. Saya perhatikan dia menikmati sekali ada di bagian buku anak-anak. Ayah sudah selesai lihat-lihat buku dan menyeruput secangkir kopi, mama sudah menghabiskan sepotong cheesecake, Farand belum mau selesai lihat-lihat buku.

 

7 thoughts on “Farand dan Toko Buku

    1. Di Aksara Pacific Place Ddyah. Iya ada karpetnya jadi anak-anak bisa baca2 juga di situ. Terus ada canteen-nya. Jadi sementara mbak Yayi lagi jagain Farand, Doori bisa istirahat minum kopi di situ dan sebaliknya.

    1. Ehh tante Arti masih kerja di kompas/gramedia kan? Wahh bisa dapet diskon dong nih. Dulu kan waktu tante arti kerja praktek kita bisa dapet diskon pakaian dalam, hehehe…..

  1. sukaaa juga ke toko buku, tapi di aksara buku-bukunya bahasa inggris semua yaah, dan mahalll *irit*. Akhirnya balik lagi ke gramedia atau gunung agung deh, wkwk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s